Memahami Penulisan Persuasif: Gunakan Kekuatan Prosa

Diterbitkan: 2022-12-03

Saat Anda menguasai teknik dan proses menulis yang persuasif, Anda dapat membantu menarik orang ke pendapat Anda atau mendorong mereka untuk berpikir secara berbeda tentang topik yang Anda sukai.

Retorika adalah seni kuno, dan salah satu yang tidak dimiliki banyak orang di masyarakat modern. Selama sejarah Yunani Klasik, ahli retorika menggunakan bentuk ini untuk meyakinkan pendengar melalui pidato yang kuat.

Sementara pidato masih memegang peran dalam masyarakat kontemporer, saat ini retorika seringkali datang melalui kata-kata tertulis, bukan kata-kata yang diucapkan. Penulisan persuasif menggunakan keterampilan menulis untuk membuat pembaca setuju dengan Anda.

Dengan menggunakan teknik penulisan yang tepat, Anda dapat membimbing pembaca ke kesimpulan yang Anda inginkan. Inilah tulisan persuasif, di mana ditemukan, dan bagaimana Anda dapat menggunakannya untuk menjadi penulis yang lebih kuat.

Isi

  • Apa Itu Tulisan Persuasif?
  • Memilih Pernyataan Tesis
  • Untuk Membujuk Audiens Anda, Anda Harus Mengenal Mereka
  • Menyusun Esai Persuasif
  • Menulis Sepotong
  • Mengedit Esai Persuasif Anda
  • Pengarang

Apa Itu Tulisan Persuasif?

Memahami tulisan persuasif menggunakan kekuatan prosa

Tulisan persuasif adalah tulisan yang membantu pembaca sampai pada pendapat penulis tentang suatu topik. Ini adalah jenis esai argumentatif yang menggunakan argumen logis untuk menarik pembaca dan, melalui proses penulisan, menyajikan argumen yang akan mendukung pendirian suatu masalah.

Meskipun tujuannya mungkin tidak selalu tercapai, prosesnya melibatkan penyajian logis dari argumen-argumen tersebut sampai pembaca dapat mengambil kesimpulan.

Memilih Pernyataan Tesis

Inti dari penulisan persuasif adalah pernyataan tesis. Pernyataan tesis adalah pernyataan posisi penulis pada argumen.

Pernyataan tesis akan mempersempit topik menjadi area fokus tertentu, kemudian menetapkan arah tulisan. Pernyataan tesis juga akan menyatakan pendapat penulis tentang argumen tersebut.

Pada intinya, pernyataan tesis adalah pernyataan opini, bukan fakta. Ini memberikan dasar untuk pemerasan argumentatif dan persuasif. Jadi, sebuah fakta akan menyatakan:

  • Mobil listrik menggunakan lebih sedikit bahan bakar daripada mobil bertenaga gas.

Ini benar dan tidak meninggalkan apa pun untuk persuasi. Anda dapat menulis tulisan non-fiksi yang informatif dengan pernyataan ini, tetapi Anda tidak dapat menulis secara persuasif.

Pernyataan tesis akan menggunakan fakta itu untuk membuat opini, seperti:

  • Pemerintah negara bagian harus menawarkan lebih banyak insentif pajak kepada pengemudi yang membeli mobil listrik untuk mengurangi penggunaan bahan bakar.

Pernyataan ini bisa menjadi dasar untuk seluruh tulisan persuasif.

Untuk Membujuk Audiens Anda, Anda Harus Mengenal Mereka

Sebelum Anda dapat menulis esai persuasif, Anda harus memahami audiens Anda. Teliti audiens Anda untuk menghargai ide dan posisi mereka yang sudah terbentuk sebelumnya tentang topik tersebut. Ini akan membantu Anda menyusun argumen yang akan menarik mereka lebih dekat ke pendapat Anda.

Setelah Anda mempelajari audiens Anda, selidiki penelitiannya. Anda membutuhkan bukti dan fakta yang meyakinkan untuk meyakinkan audiens Anda. Gunakan banyak sumber, didukung oleh fakta dan statistik jika sesuai.

Teliti kedua sisi argumen sehingga Anda dapat berargumen dengan tepat terhadap poin-poin oposisi yang paling meyakinkan.

Lihat penjelasan kami tentang prosa dalam sastra.

Menyusun Esai Persuasif

Setelah Anda melakukan beberapa penelitian awal, saatnya untuk membuat garis besar. Gaya penulisan ini mengikuti pola dasar yang sama, apa pun poin Anda. Esai persuasif memiliki empat bagian penting, yang meliputi:

pengantar

Paragraf pengantar perlu memikat pembaca. Mereka membutuhkan alasan untuk terus membaca esai Anda. Ini akan memperkenalkan pendapat penulis dan menguraikan poin-poinnya, tetapi tidak menggali terlalu dalam detail dari karya tersebut.

Bagian paragraf

Setiap paragraf di bagian utama esai persuasif akan mencakup satu poin. Setelah menyatakan maksudnya, berikan detail untuk mendukungnya. Di sinilah fakta lebih penting daripada pendapat dan pengalaman pribadi penulis, jika memungkinkan.

Temuan penelitian menarik dalam banyak jenis tulisan persuasif. Esai dapat memiliki paragraf tubuh sebanyak yang diperlukan untuk meyakinkan pembaca.

Paragraf Pandangan Menentang

Esai persuasif tidak bisa mengabaikan pandangan lawan. Dalam penelitian Anda, Anda harus mengidentifikasi beberapa poin kunci yang mungkin dibawa oleh oposisi Anda. Penulis persuasif yang sukses akan menyatakan sudut pandang lawan dan kemudian menggunakan lebih banyak fakta untuk menyangkal poin utama oposisi.

Kesimpulan

Kesimpulan adalah bagian yang kuat dari sebuah tulisan. Ini memberi kesempatan untuk menyatakan kembali poin utama karya persuasif dan menggabungkan semuanya. Seringkali, seorang penulis akan menyatakan kembali tesis dengan kata-kata yang berbeda.

Menulis Sepotong

Penelitian awal dan proses pembuatan garis besar adalah bagian dari proses prapenulisan. Setelah selesai, penulis siap untuk menulis draf pertama dari karya tersebut. Bahkan surat persuasif membutuhkan penulisan dan penyuntingan yang cermat untuk melakukan tugasnya dengan baik.

Saat Anda menulis, gunakan elemen penting dari argumen retoris ini:

  • Ethos – Penalaran etis
  • Logos – Penalaran logis
  • Pathos – Penalaran yang penuh gairah

Ketika digunakan dengan baik dan selaras satu sama lain, etos, logo, dan pathos menciptakan argumen kuat yang sulit dibantah.

Untuk alasan etis, pastikan poin Anda faktual dan tidak menyesatkan dengan cara apa pun. Ketika datang ke penalaran logis, buat poin Anda berpusat pada fakta, dan bawa pembaca melalui perkembangan argumen yang logis.

Penalaran yang penuh gairah biasanya paling mudah ketika penulis memilih topik yang bagus. Pengulangan strategis dan penekanan pada poin Anda membantu dengan kesedihan, seperti hasrat Anda pada subjek.

Menyeimbangkan ketiganya akan membuat tulisan Anda cukup persuasif dan kuat. Ketika Anda dapat menemukan keseimbangan itu, pembaca secara alami akan menelusuri logika pemikiran Anda.

Anda tidak boleh membujuk mereka, tetapi Anda akan memberikan argumen persuasif yang akan membantu mereka memikirkan posisi Anda.

Mengedit Esai Persuasif Anda

Setelah esai persuasif Anda disusun, Anda siap untuk mengeditnya. Pertama, edit esai untuk tata bahasa, ejaan, dan tanda baca, lalu lihat lagi.

Apa argumen Anda? Argumen apa yang Anda bahas? Sudahkah Anda benar-benar mendukung poin utama Anda dengan fakta dan penelitian? Sudahkah Anda menjelaskan mengapa sudut pandang yang berlawanan itu salah? Sudahkah Anda membimbing pembaca menuju tindakan tertentu?

Gunakan tahap editing untuk membuat tulisan Anda lebih kuat. Gunakan teknik persuasif yang efektif untuk menginspirasi audiens Anda untuk mengubah pendapat mereka atau mengambil tindakan atas topik yang Anda diskusikan.

Tambahkan kata-kata yang lebih kuat dan lebih banyak pengalaman pribadi atau temuan penelitian untuk memperkuat apa yang Anda katakan. Pastikan pilihan kata Anda kuat, sehingga Anda tidak meninggalkan pertanyaan di benak pembaca.

Seni menulis karya persuasif patut dianut. Dengan mempelajari bentuk tulisan ini, Anda dapat menggunakan keterampilan Anda sebagai penulis untuk membujuk orang lain mencapai kesimpulan tertentu.

Apakah Anda sedang menulis surat, esai, atau posting blog, prosesnya serupa.